Hong Kong Kembali ke Pangkuan Cina

Hong Kong Kembali ke Pangkuan Cina 

Hong Kong Kembali ke Pangkuan Cina

Hong Kong Kembali ke Pangkuan Cina pasa 1 Juli 1997.Hong Kong di masa kini dikenal sebagai salah satu daerah terpadat dan termakmur di dunia. Namun siapa yang menyangka jika beberapa abad sebelumnya, daerah yang kini dikenal sebagai Hong Kong dulunya hanyalah berupa perkampungan nelayan miskin?



Adalah Inggris yang menguasai Hong Kong sejak abad ke-19 yang berjasa mengubah Hong Kong hingga bisa menjadi semaju sekarang. Adapun sebelum dikuasai oleh Inggris, Hong Kong sendiri awalnya merupakan bagian dari wilayah dinasti Cina. Lalu, bagaimana Hong Kong bisa menjadi milik Inggris sebelum kemudian kembali menjadi milik Cina? Tahun 1839 pecah Perang Candu Pertama antara Dinasti Qing (Cina) melawan Inggris.

Perang tersebut berakhir pada tahun 1842 dengan kemenangan pihak Inggris. Lewat Traktat Nanking yang ditandatangani pada bulan Agustus 1842, Hong Kong lalu diserahkan ke pihak Inggris sehingga sejak itu Hong Kong berada di bawah kekuasaan Inggris. Dalam traktat itu pula, nama Hong Kong untuk pertama kalinya disebut dalam dokumen resmi. Menjelang akhir abad ke-19, teritori Hong Kong bertambah luas setelah Inggris berhasil menekan Cina untuk menyerahkan Semenanjung Kowloon dan Teritori Baru (New Territories).

Sejak menjadi koloni Inggris, Hong Kong berkembang menjadi kota pelabuhan dagang yang penting dan jumlah penghuninya mengalami peningkatan pesat. Fasilitas-fasilitas umum modern mulai bermunculan. Jika pada tahun 1861 populasi Hong Kong hanya sekitar 120.000 jiwa, pada tahun 1916 populasi penghuni Hong Kong melonjak menjadi 716.000 jiwa. Salah satu penyebab peningkatan populasi tersebut adalah karena lokasi dari Hong Kong yang berada dekat dengan Cina daratan dan dikelola oleh Inggris sehingga Hong Kong kerap menjadi tujuan bagi orangorang yang melarikan diri dari gejolak sosial dan politik yang sedang terjadi di Cina saat itu.

Tahun 1937, pecah perang Cina-Jepang dan ribuan orang Cina melarikan diri ke Hong Kong untuk menyelamakan diri dari pasukan Jepang. 2 tahun kemudian, pecah Perang Dunia II sehingga posisi Hong Kong menjadi semakin genting karena Inggris dan Jepang berada di pihak yang berseberangan dalam perang. Hong Kong akhirnya benar-benar diinvasi oleh Jepang pada bulan Desember 1941. Pasukan Inggris yang berada di Hong Kong awalnya berusaha melawan sekuat tenaga, namun keunggulan personil dan persenjataan membuat Jepang berhasil menamatkan perlawanan tersebut. Selama menguasai Hong Kong, Jepang menerapkan metode pemerintahan tangan besi.

Kelangkaan makanan dan bahan bakar terjadi di mana mana. Banyak wanita Hong Kong yang diperkosa tentara Jepang. Setiap hari rakyat Hong Kong hidup dalam penindasan dan ketakutan. Untuk menghemat jatah makanan bagi tentara, Jepang juga mendeportasi banyak warga Hong Kong ke kawasan Cina daratan yang sedang dilanda wabah kelaparan dan penyakit. Sebagai akibatnya, jumlah penduduk Hong Kong pun menurun drastis - dari yang awalnya 1,6 juta jiwa sebelum perang menjadi tinggal 600.000 ribu jiwa saat perang berakhir.Bulan Agustus 1945, pihak Sekutu menjatuhkan bom atom ke kota-kota Jepang dan Jepang pun menyerah tanpa syarat di bulan yang sama.

Menyerahnya Jepang lantas diikuti dengan kembalinya Hong Kong ke pangkuan Inggris. Proses pemulihan dan rekonstruksi pasca perang lalu dilakukan. Beberapa tahun kemudian, populasi Hong Kong kembali meningkat pesat usai kemenangan pihak komunis dalam perang saudara Cina di tahun 1949. Karena tidak ingin hidup di bawah pemerintahan komunis, banyak warga Cina daratan yang kemudian menyeberang ke luar negeri, salah satunya ke Hong Kong.Tahun 1950- an.

Hong Kong mengalami periode industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Fenomena tersebut sayangnya diikuti pula dengan makin merajarelanya aktivitas korupsi dan penyogokan pegawai pemerintah di Hong Kong. Untuk mengatasinya, sebuah badan anti korupsi bernama Independent Commission Against Corruption (ICAC) lalu didirkan pada tahun 1974. Tidak lama usai terbentuk, ICAC melakukan penangkapan massal ratusan pejabat pemerintah yang dianggap korup. Hasilnya, perlahan tapi pasti aktivitas korupsi di Hong Kong mengalami penurunan yang signifikan.

Sejak tahun 1982, Inggris dan Cina terlibat pembicaraan intensif mengenai masa depan Hong Kong karena berdasarkan perjanjian terakhir antara Cina dan Inggris mengenai Hong Kong di tahun 1899, kekuasaan Inggris atas Hong Kong akan berakhir di tahun 1997. Hasilnya, dicapailah kesepakatan kalau Inggris akan menyerahkan Hong Kong ke tangan Cina di tahun 1997. Tepat pada tanggal 1 Juli 1997 dini hari lewat sebuah upacara resmi, Hong Kong menjadi provinsi baru Cina dengan status otonomi khusus dan sistem politik “1 negara 2 sistem”.

Artikel manarik lainya : Perjanjian Versailles

0 Response to "Hong Kong Kembali ke Pangkuan Cina"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel