Nikola Tesla Sang Jenius yang Terlupakan

Nikola Tesla Sang Jenius yang Terlupakan

Nikola Tesla Sang Jenius yang Terlupakan
" If you wish to understand the universe, think of energy, frequency and vibration.” Nikola Tesla (1856 - 1943)
Nikola Tesla Sang Jenius yang Terlupakan.Bagi banyak orang, nama Nikola (atau Nikolai) Tesla sebagai ilmuwan mungkin tidak setenar Albert Einstein atau Thomas Alva Edison. Namun, kurang tenar bukan berarti tidak ada yang mengenalnya sama sekali. Sebagian orang pertama kali mendengar nama Tesla dalam pelajaran fisika karena namanya digunakan sebagai satuan kekuatan medan magnet. 


Sebagian lagi mengenal Tesla dari game strategi populer Red Alert. Ada pula yang pertama kali mengenal Tesla dari film The Prestige buatan sutradara berbakat Christopher Nolan karena nama dan penemuannya pernah disinggung sekilas di film tersebut. Jadi, siapa sebenarnya Nikola Tesla, sosok yang di banyak artikel luar negeri kerap disebut sebagai “ilmuwan besar yang terlupakan”? 

Nikola Tesla adalah seorang ilmuwan fisika yang terkenal karena penemuannya soal gelombang radio dan arus listrik bolak-balik (alternating current / AC). Namun selain kedua penemuan tadi, Tesla juga terkenal karena dia pernah mengajukan ide-ide ilmiah yang sifatnya futuristik dan tidak logis pada zamannya, misalnya soal konsep mesin pengendali cuaca HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) dan listrik tanpa kabel. Hal-hal tersebut lantas membuat Tesla menjadi salah satu topik pembicaraan favorit para pecandu teori konspirasi. 

Lahir pada tanggal 10 Juli 1856 di kota kecil Smiljan (sekarang berlokasi di Kroasia), Tesla adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai pendeta Kristen Ortodoks Serbia, sementara ibunya adalah pembuat perabotan rumah tangga. Sejak kecil, Tesla sudah menunjukkan bakat kecerdasanya seperti mampu menghafal kalkulus integral dan membayangkan benda-benda hingga ke detil-detilnya. Otak encernya lantas membuat dia bisa diterima di Sekolah Politeknik Austria jurusan kelistrikan pada usia 18 tahun. Namun rasa ketagihannya pada judi membuat dia kehabisan uang untuk membiayai studinya sehingga dia terpaksa keluar sebelum berhasil menamatkan studinya. 

Tesla lalu pindah ke Hungaria dan kemudian Prancis untuk untuk bekerja pada perusahaan perusahaan setempat. Atas rekomendasi dari atasan perusahaan tempatnya bekerja di Paris, Tesla lalu pergi ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1884 untuk bekerja pada perusahaan milik Thomas Alva Edison. Di sana, Tesla berhasil mendesain ulang generator milik perusahaan Edison sekaligus menemukan arus listrik AC setelah Edison menjanjikanya bayaran puluhan ribu dollar AS. Namun alih-alih membayar Tesla sesuai dengan kesepakatan, Edison justru mengklaim kalau dia hanya bercanda soal bayaran tersebut sehingga Tesla mengundurkan diri dari perusahaan Edison tak lama kemudian. 

Tesla lalu mendirikan laboratorium dan perusahaan sendiri atas bantuan para investor yang tertarik akan ketrampilannya. Selama periode inilah, Tesla mempatenkan banyak penemuan yang memakai arus listrik AC. Situasi tersebut tidak disukai oleh Edison dan perusahaan pendukungnya yang masih memakai arus listrik DC (Direct Current) pada benda benda produksinya sehingga mereka pun berupaya meyakinkan publik kalau AC adalah arus listrik yang berbahaya. Salah satu contoh upaya tersebut adalah ketika mereka menyetrum seekor gajah bernama Topsy di depan umum hingga tewas. Kendati demikian, arus listrik AC pada akhirnya tetap lebih disukai publik karena arus listrik AC lebih efisien dan lebih sederhana ketimbang arus listrik DC.

Dimulainya Masa-Masa Sulit Tahun 1895


Tesla tertimpa musibah setelah laboratoriumnya terbakar bersama dengan hasil-hasil penelitiannya. Namun, Tesla tidak patah semangat dan terus melanjutkan penelitiannya. Kali ini mengenai gelombang radio. Tesla berhasil mendapatkan hak paten atas penemuannya tersebut di tahun 1900. Namun beberapa tahun kemudian, lembaga hak paten AS meralat keputusannya dan malah menyerahkan hak paten radio ke Gugliemo Marconi yang baru menyerahkan hasil penemuannya ke lembaga hak paten AS beberapa bulan setelah Tesla melakukannya! Tesla merasa tidak terima dan menuntut Marconi di tahun 1911, namun keterbatasan finansial membuat kasus tersebut berakhir dengan kemenangan Marconi. 

Baru pada tahun 1943 alias beberapa bulan sesudah Tesla meninggal, pemerintah AS kembali menyatakan Tesla sebagai pemilik hak paten. Tahun 1901, Tesla mulai membangun menara pemancar gelombang tanpa kabel bernama Wardenclyffe di Long Island, AS. Tesla berharap jika proyeknya ini berhasil, menara tersebut nantinya bisa digunakan sebagai sarana komunikasi tanpa kabel melintasi Samudera Atlantik. 

Untuk mendukung proyek tersebut, Tesla mendapat dukungan finansial dari pebisnis John Pierpont Morgan. Namun malang bagi Tesla, proyek tersebut harus dibatalkan di tengah jalan akibat kekacauan finansial, masalah buruh, dan terhentinya dukungan dari Morgan. Menara Wardenclyffe akhirnya benar-benar musnah setelah pada tahun 1917, tentara AS meledakkannya karena khawatir menara tersebut bisa digunakan oleh mata mata Jerman dalam Perang Dunia I. 

Tahun 1916, Tesla dinyatakan bangkrut, sejak itu ia harus bertahan hidup dengan kondisi keuangan seadanya. Situasi tersebut tidak mengurangi semangat Tesla untuk terus melakukan eksperimen. Tahun 1930an, Tesla mengklaim bahwa ia berhasil menemukan konsep “sinar kematian” (death ray), sebuah perangkat penembak sinar destruktif yang bisa menghancurkan 10.000 pesawat dalam radius 200 mil! 

Tesla lantas mulai menawarkan idenya ke pemerintah negara-negara besar seperti AS, Inggris, serta Yugoslavia. Namun, ide Tesla tersebut tak pernah berhasil diwujudkan menjadi senjata versi nyata hingga sekarang. Bulan Januari 1943, Tesla menghembuskan nafas terakhirnya di kamar hotel tempatnya tinggal akibat terkena trombosis koroner. Ia meninggal dalam kesendirian, kemiskinan, dan penuh hutang. Akhir yang memilukan untuk seseorang yang sudah berjasa besar bagi perkembangan teknologi umat manusia. 

Jasadnya lalu dibakar pada bulan yang sama dengan kematiannya dan abunya dikirim ke Belgrade (sekarang berada di Serbia) pada tahun 1957. Pasca kematiannya, banyak kertas hasil risetnya yang menghilang sehingga ide idenya yang belum terealisasi pun kini menjadi topik pembicaraan hangat di antara para penggemar teori konspirasi, utamanya soal HAARP dan sinar kematian.

Artikel menarik layak dibaca : Petualangan cinta soekarno

0 Response to "Nikola Tesla Sang Jenius yang Terlupakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel