Kassian Cephas Pelopor Fotograpi Indonesia

Mungkin bagi pengemar fotograpi Indonesia, nama Kassian Cephas adalah nama yang asing. Ironis memang, mengingat perannya sebagai pelopor fotograpi Indonesia. Ia adalah fotografer pribumi pertama setelah puluhan tahun bidang ini dipegang sepenuhnya oleh orang Belanda, Tionghua dan Jepang semenjak pengenalan pertamanya di Indonesia.


Kassian Cephas Arkeologi, Geograpi, Bahasa, dan Etnograpi Yogyakarta. 

Kassian Cephas Pelopor Fotograpi Indonesia

Selain mengurus permintaan potret di studionya, Kassian juga sering menjadi jurufoto dalam penelitian situs sejarah bersama rekan seperkumpulannya. Kassian menjadi anggota honorer Batavian Society of Arts and Sciences atas partisipasinya memotret bagian kompleks Candi Borobudur yang baru diekskavasi. Pada tahun 1901, Kassian dianugrahi medali kehormatan Order of Orange-Nassau oleh Ratu Wilhelmina.

Di umurnya yang ke-60, Kassian pun pensiun dari dunia fotograi. Setahun setelah kematian istrinya pada tahun 1911, Kassian pun meninggal pada tanggal 16 November 1912. Dua pekan kemudian, pada 2 Desember 1912, akibat sebuah kecelakaan yang tidak dijelaskan, sahabat dan rekan kerja Kassian selama sebagian besar hidupnya, Isaäc Groneman, juga meninggal dunia.

Anak Kassian, Sem melanjutkan usaha fotograpi keluarga sebelum meninggal pada tahun 1918 dalam kecelakaan saat sedang berkuda. Kematian Sem menandai akhir usaha fotograpi keluarga Cephas. Sem dimakamkan di samping ayah dan ibunya di pekuburan yang terletak di antara pasar Beringharjo dan daerah Lodji Ketjil. Pada tahun 1964, pekuburan tempat seluruh keluarga Cephas dimakamkan dipindahkan ke Pemakaman Umum Sasanalaya.

Kassian memulai karirnya di bidang fotograpi dengan magang bersama Simon Willem Camerik, fotografer istana. Sultan Hamengkubuwono VI tertarik dengan minat dan bakatnya pada dunia fotograpi dan merekomendasikannya pada Camerik. Pada tahun 1869, Isaäc Groneman, seorang dokter didatangkan dari Bandung ke Yogyakarta. Groneman yang kini bekerja sebagai dokter pribadi Sultan Hamengkubuwono VI ini mempunyai minat besar pada arkeologi dan budaya Jawa. Kassian kerap turut ikut dalam perjalanan Groneman ke situs-situs sejarah sebagai fotografer.

Karya fotograpi profesionalnya dimuat pertama kali dalam buku In den Kedaton te Jogjakarta karya Groneman. Sultan Hamengkubuwono VII yang naik tahta menggantikan ayahnya menunjuk Kassian sebagai fotografer istana. Ia pun mempunyai semakin banyak kesempatan untuk mengabadikan momen momen sejarah dan budaya di dalam dan luar tembok keraton. Pada 15 Januari 1877, Kassian bersama anaknya, Sem membuka studio foto di Lodji Ketjil ”sekarang Jalan Mayor Suryotomo).

Bersama Groneman, Kassian membuat Vereeniging voor Oudheid, Land, Taal en Volkenkunde te Jogjakarta, atau Perkumpulan. Kassian Cephas lahir di Kesultanan Yogyakarta pada tanggal 15 Februari 1844. Ia lahir dari pasangan pribumi Kartodrono dan Minah, namun kemudian diadopsi oleh Adrianus Schalk dan istrinya, Eta Philipina Kreeft. Kassian dibaptis pada tanggal 27 Desember 1860. Ia mengambil nama Cephas sebagai nama baptisnya. Cephas sendiri adalah nama Santo Petrus dalam bahasa Aram. Nama ini akan ia resmikan sebagai nama keluarga saat ia diberi status hukum Ȇgelijkgesteld met Europeanenȇ, atau Ȇsetara dengan orang Eropaȇ oleh pemerintahan kolonial.

Baca juga biographi Al-Khawarizmi Bapak matematika

0 Response to "Kassian Cephas Pelopor Fotograpi Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel