BOHEMOND PRINCE OF ANTIOCH PENCETUS CRUSADE I

BOHEMOND PRINCE OF ANTIOCH PENCETUS CRUSADE I.Bohemond I ( 1058 - 1111 M ) adalah pangeran Taranto Dan Raja Antiokhia. Ia merupakan pemimpin Perang Salib I. Pada Perang tersebut Pasukan Salib belum memiliki pimpinan militer secara langsung dan hanya tentara non profesional yang di isi oleh berbagai elemen masyarakat dari eropa yang menjadi relawan perang atas provokasi dari pihak gereja di bawah Pimpinan Paus Urbanus II.

BOHEMOND PRINCE OF ANTIOCH PENCETUS CRUSADE I

Pemilihan pemimpin pasukan pun tidak ditentukan secara militer, namun ditentukan oleh komite yg terdiri atas bangsawan dan pangeran eropa. dalam hal ini Bohemond I termasuk dalam pimpinan penting dan paling terkenal diantara pimpinan Crusader jilid I yang lain.

Bohemond I Lahir di San Marco, Argentano, Calabria, Normandia pada tahun 1058 M. Ayahnya bernama Norman Robert Guiscard, Raja Apulia dan Calabria, sedangkan ibunya ialah Alberada The Buonalbergo.

Bohemond I dibaptis dengan nama Mark, namun kemudian ia Lebih dikenal dengan nama Bohemond I ( Bohemond adalah nama raksasa Legendaris Buamundus Gigas) Julukan itu diberikan ayahnya karena ukuran tubuh Bohemond I yang besar ketika baru Lahir.

Masa Remaja

Pada rentang waktu 1080 M - 1085 M Bohemond I mendampingi ayahnya dalam serangan besar ke Byzantium, serta memerintah tentara Normandia selama 2 tahun absen nya Guiscard karena urusan kerajaan. yakni tahun 1082 - 1084 M.

Bohemond I dan tentara Normandia menembus pertahanan Byzantium melalui Thessaly hingga Larissa. Ekspansi ini dilakukan untuk membalas dendam pada Alexius Comnenus I yg pernah menyingkirkan ayah Bohemond I dari tahta Byzantium sebagai kaisar konstantinopel. juga karena sengketa wilayah antara Kerajaan Normandia dan Byzantium.

Dalam serangannya, Bohemond I dapat mengusai Ioannina dan Ochrid. Dari Ochrid Bohemond I mengorganisasikan pasukannya untuk menaklukan Byzantium secara penuh. kemudian, pasukan Bohemond I maju ke Larissa. Pengepungan berlangsung selama 6 buLan sampai Alexius I memaksa pasukannya untuk mundur dari Byzantium. Bohemond I kembali ke Kastoria dan tinggal disana hingga Kastoria jatuh ke tangan Alexius pada Nov.1083 M.

Ditinggal Sang Ayah

Ketika Robert Guiscard meninggal dunia pada 17 Juli 1085 M, Bohemond I mewarisi tahta ayahnya di Adriatik, sedang Adik tirinya mewarisi Apulia dan Italia. konon Robert Guiscard mati karena diracun oleh Sichelgaita. selir Robert Guiscard ini pun konon akan meracuni Bohemond I juga, oleh karena itu ia Lari ke Capua, kemudian ia bersekutu dengan Pangeran Jordan I of Capua untuk menghadapi pamannya Count Roger I dari Sisilia. Namun perang itu berakhir dengan perantaraan Urbanus II, yang memutuskan kekuasaan Taranto dan Harta ayahnya untuk Bohemond I.

BERANGKAT KE MEDAN LAGA

Pada tahun 1096 M Bohemond I bersama Pamannya Roger I dari sisilia, memimpin pasukan Salib I setelah mendapat restu dari Urbanus II. Namun, dalam perjalanan dari Italia ke konstantinopel ia dicegat oleh tentara Amalfi ketika mereka melewati daerah tersebut.

crusade 1

Raja Amalfi, Geoffrey Malaterra, menganggap Bohemond I memanfaatkan tentara salib untuk ambisinya menguasai dunia Timur. bahkan, Geoffrey terang-terangan menyatakan bahwa Bohemond I memanfaatkan tentara salib untuk menguasai Yunani. Tentara salib pun balik menyerang Geoffrey dan berhasil mngalahkan pasukan amalfi.

Untuk sampai di Jerusalem, Bohemond I dan pasukannya melewati rute Laut Adriatik dan merambah Konstantinopel hingga 2 tahun lamanya yakni sejak 1095-1097M. Tampaknya dia akan mengambil hati Kaisar konstantinopel, Alexius I.

Pada April 1097 M, Bohemond I tiba disana dan memberi penghormatan pada kaisar. Ia menegosiasikan dengan Alexius tentang Regulasi - regulasi yg akan diterapkannya kelak di Antiokhia. sesampainya di Antiokhia, Bohemond I langsung ditunjuk sebagai pemimpin crussade. kelak ia lah yg disebut sebagai The Real Leader Of Crussade I.

keberhasilan pertamanya adalah pengambil alihan kekuasaan wilayah di sekitar persimpangan asia kecil pada tahun 1101 M dari tangan Turki Seljuk. Bohemond I adalah orang pertama yang berani menginjakkan kaki di Antiokhia pada Okt. 1097 M, setelah bertahun-tahun daerah tersebut dikuasai muslim seljuk. namun tak berlangsung Lama, Anthiokhia kembali jatuh ke tangan Turki Seljuk.

PEREBUTAN KEMBALI ANTIOKHIA

Tidak terima akan hal itu, Bohemond I segera menyiapkan armada perangnya untuk mengepung Anthiokia, serta menghadapi dashyatnya tekanan dari Turki seljuk dan Angkatan Laut Genoa beserta St. Simeon. Akhirnya Bohemond I dapat menguasai Antiokhia kembali pada juli 1098 M.

Berhasilnya penaklukan kali ini dikarenakan relasinya dngan Firouz, salah satu komandan kota yg mungkin dendam pada pimpinan Seljuk. walau demikian, Antiokhia belumlah benar-benar aman, sebab kekhawatiran adanya serbuan dari pihak Kerboga yg didukung Alexius I yg cemburu atas keberhasilannya.

Dengan pergulatan yang alot akhirnya Bohemond I memperoleh kepemilikan Antiokhia secara penuh pada Januari 1099 M dan posisinya sebagai pemimpin Antiokhia pun Aman.

Ketika Bohemond I memerintah Antioch, tentara salib lainnya pindah ke selatan, hingga direbutnya Jerusalem dari Dinasti Seljuk oleh pasukan salib. ini prestasi terbesar kedua bagi Bohemond I dalam perang salib.

Bohemond I berkunjung ke Jerusalem saat natal 1099M. kedatangannya bertujuan memeriksa pertumbuhan kota Lotharingian. Kala itu, Bohemond I sudah menjadi Raja Besar dari Antioch. wilayahnya yang semakin luas, strategis dan tentara yang kuat. Namum Bohemond I tetap harus menghadapi dua kekuatan besar yakni Byzantium Empire dan Seljuk Dynasty yg kuat di Utara dan timur Syiria.

Kerajaan Armenia yang sedang berhadapan dengan Khalifah Seljuk Al Ghazi, datang meminta bantuan pada Bohemond I. Kali ini Malatia yg menjadi rebutan. dalam peperangan dengan Bani Seljuk, Armenia kehilangan bnyak wilayah dan pasukan terbaiknya. lantaran Khawatir ada yg melemahkan Antioch saat ditinggalkan, namun juga tak ingin menolak kesempatan besar memperluas wilayah kekuasaan ke utara, pada Agustus 1100M Bohemond I bergerak dengan 300 tentara ksatria dan sejumlah kecil pasukan. dengan kekuatan yg relatif kecil itu, seljuk tak kesulitan mengalahkan mereka. mereka pun ditangkap. karena keadaan mendesak, Bohemond I mengirim seorang Komandannya Norman Baldwin of edessa untuk meminta bantuan, namun malang, sebelum sampai disana Norman ditawan oleh tentara seljuk.

Mendengar penangkapan itu, Alexius I kaget. Ketika utusan Bohemond I meminta tolong padanya utk bernegosiasi dengan pemimpin seljuk dan mengeluarkan tawanan itu, dan Alexius I menyetujuinya setelah Bohemond I berjanji akan menebusnya dengan uang 260.000 dinar.

Namun setelah tawanan di bebaskan, Bohemond I tidak menepati janji dan membuat Alexius i marah besar. mendengar hal itu, Killij Arsln, Bupati Turki Seljuk meminta separuhnya atau 130.000 dinar. jika tidak, Arsalan akan menyerang Bohemond I .

Maka Bohemond I datang ke Seljuk dan bernegosiasi denga Al Ghazi. Pada tahun 1103M Baldwin Of edessa menebusnya dan Bohemond I pun kembali ke Antioch pada Agustus 1103M dengan penuh kemenangan. setelah itu Fokus Bohemond I adalah menekan pemberontak kaum Muslim, menyerang Byzantium serta menaklukan Tarsus, Adana, dan Massissa di Kilikia. mendapat dukungan kuat dari Bohemond I para kaum Frank yg ada di wilayah utara akhirnya menyerang Ridwan, pemimpin Alleppo untuk mendapatkan upeti.

Sementara itu raymond telah menaklukan Tripoli dan Antioch dengan bantuan Alexius I. Pada tahun 1104 M Baldwin dan Bohemond I melewati alleppo dan bergerak ke timur untuk menyerang Haran, salah satu pusat kekuatan tentara Muslim. namun dalam serangan ini Bohemond I dapat di kalahkan di Balak, dekat Rakka. kekalahan itu sangat menentukan, sebab hal ini membuatnya tidak mungkin memasuki jantung pertahanan seljuk di timur yang memang menjadi target Bohemond I sejak Lama,. hal itu masih diperparah dengan serangan Yunani kilikia ke Antioch.

MASA TERAKHIR BOHEMOND I

Karena banyaknya tekanan Bohemond I menjadi putus asa dan pada akhir tahun 1104 M, ia kembali ke eropa guna meminta bala bantuan untuk mempertahankan posisinya. Kembalinya Bohemond I ke eropa dicurigai sebagai upaya politis. Bohemond I dianggap menjadikan Perang salib sebagai kedok untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih Luas dan Impiannya untuk menghancurkan Byzantium, dengan cara cerdik, ia meminta restu pada Pope Pawskalis II yg bertugas sebagai pemompa semangat Perang Salib di Eropa dan menikahi Constance, saudari Raja Louis IX of France.

Setelah pernikahan tersebut, ia menghimpun bala bantuan dari Eropa, Bohemond I menghimpun tentaranya sebanyak 34.0000 org sekaligus merangsek ke Timur. ini bukan untuk melawan yunani yg menyerang Antioch, namun untuk menyerang Alexius I.

Di medan perang Bohemond I tidak menyangka bahwa kekuatan Alexius jauh Lebih besar dari pasukan yg dibawanya, Hal ini dikarenakan Alexius I dibantu oleh kerajaan Venesia. Akhirnya Bohemond I menyerah dan meminta damai pada Alexius I. tidak hanya itu, Bohemond I pun menjadi pengikut Alexius dan menyerahkan daerah kekuasaannya pada Alexius I.

0 Response to "BOHEMOND PRINCE OF ANTIOCH PENCETUS CRUSADE I"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel